asa ku terbakar

Posted on February 29, 2008

0


sebongkah harap……

yang senantiasa menaungi…..

kini sudah tak lagi bersahabat…….

pergi….

entah kemana….

lari…..

bersama dengan pagi

yang akhir-akhir ini selalu bermuram durja

layaknya pandu dewanata

ayahanda sang pandawa lima

asa yang selama ini menjadi nyawa

selalu menari dalam riak flagelata otak

berubah seratus delapan puluh derajat

menjadi tak betah di alam khayali

harap menjadi lemah…

asa menjadi lunglai….

tak bergairah……

hari hariku kelabu

hanya berisi

hura hura….

huru hara…..

dan haru biru…….

jangan tinggalkan aku asa….

(-lawankata)

(medio bulan kedua tanggal paling bontot di tahun kabisat dua ribu delapan)

Posted in: Puisi