PUISI : Kenapa Aku Berdiri

Posted on February 27, 2008

0


Kenapa Aku Berdiri !!

Aku masih berdiri
Ketika… Dikananku, petani sudah tak punya lagi lahan
Ketika… Dibelakangku, buruh menjerit karena upahnya disunat
Ketika… Didepanku, gaji sang dewan mulai naik tanpa keluar setetes keringat
Ketika….Dikiriku, mahasiswa hanya berkoar sok ilmiah tentang apa itu penindasan
Ketika….Disebelahku, PKL sibuk berdebat dengan Satpol PP dan berusaha mempertahankan lapaknya, dengan tangis dan darah.

Aku masih berdiri
Dan mencoba untuk tetap berdiri
Saatnya untuk tetap berdiri
Berdiri dan teruslah berdiri
Walaupun kadang berdiri tanpa pendirian

Tetesan keringat para buruh, tani, dan si miskin
Terasa berbeda dengan butiran keringat kaum borjuis
Keringat tanpa usaha
Keringat penuh dosa
Keringat yang harus keluar dengan mengeluarkan tetesan air mata
Bahkan darah dari kaum marjinal

“Itu sudah menjadi nasibmu !”, begitu kata sang punggawa
Dan aku yang masih berdiri
Mencoba mencari tahu
Apakah nasib si tertindas tergantung oleh kebaikan nasib si penindas

“TIDAK !” “TIDAK !” dan “TIDAK !”

Sudah saatnya aku bangkit dari berdiriku
Yang hanya seperti menara
Tanpa bisa berpikir
Aku harus bergerak
Menghantam apatisme si congkak,
DEWAN BORJUIS !!!!!!
REZIM IMPERIALIS !!!!!

Mari kawan kita bersatu
Buruh, tani, mahasiswa, kaum miskin dan tertindas
Rapatkan barisan
Hancurkan segala bentuk penindasan, penundukan !!!!

14-02-07 >>>> untuk Dewan dan Pemerintah Yang Terhormat !!!!

(Wawan Heru Suyatmiko)

Posted in: Puisi