batjatoelis..:::..BERIKAN AKU PENA..MAKA AKAN KUUBAH DUNIA..

Kasus Suap Jaksa UTG

leave a comment »

Ternyata Sapu Untuk Membersihkan Itu-pun Masih Kotor

Penangkapan jaksa Urip Tri Gunawan sebagai seorang jaksa senior koordinator kasus BLBI yang menangani kasus BDNI milik salah satu konglomerat ternama, Sjamsul Nursalim, oleh KPK merupakan kejadian yang mencengangkan bagi berbagai kalangan. Baru kali ini KPK menjebak dan menangkap “kakap besar”, yakni seorang jaksa senior. Secara pararel jaksa Urip juga diperiksa oleh “atasan”-nya, Jamwas MS Raharjo di Gedung Bundar. Penangkapan tersebut juga berhasil menciduk Artalytha Suryani, mendiang konglomerat Surya Dharma. Dalam kronologis penangkapan tersebut ditemukan barang bukti uang senilai 6 miliar rupiah. Namun keduanya berkilah, menurur keduanya uang tersebut digunakan untuk berbisnis permata. Menurut kabar yang dilansir dari Tempo menyatakan bahwa sebenarnya KPK sudah “menguntit” Jaksa Urip sejak 4 bulan sebelum penangkapan. Sedangkan sumber dari Gatra menyebutkan bahwa “uang terimakasih” yang disepakati oleh Artalytha dengan jaksa nakal mencapai US$ 1 juta dan uang muka sebesar US$ 340 ribu sudah diserahkan kepada Jaksa Urip. Read the rest of this entry »

Written by lawankata

March 19, 2008 at 9:58 pm

Posted in Opini

Resensi Buku : Hubungan Utara-Selatan

leave a comment »

Judul buku : Hubungan Utara Selatan : Konflik Atau Kerja Sama

Penulis : Martin Khor Kok Peng

Penerbit : Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama bekerjasama dengan Konphalindo.

Cetakan : I, Jakarta 1993.

Buku karangan Martin Peng ini terdiri dari delapan bab yang kesemuanya membahas tentang jejak kapitalisme di negara-negara belahan bumi utara (Amerika Utara dan Eropa) pasca Perang Dunia II. Selain melacak sepak terjang kapitalisme (yang juga dikuti oleh paham neoliberalisme) di negara dunia Pertama juga dikupas tentang ekspansi ideologi pasar bebas setelah perang dingin. Menghilangnya polar Blok Barat dan Blok Timur yang ada pada PD II, berganti dengan Negara Dunia Pertama dan Negara Dunia Kedua secara langsung memberi perubahan yang sangat drastis di permukaan bumi ini dan imbasnya terbentuk golongan residu yang didefinisikan dalam Negara Dunia Ketiga.

Read the rest of this entry »

Written by lawankata

March 3, 2008 at 2:45 pm

Posted in Resensi

Gerilya Kota

with 10 comments

Gerilya Kota

03.30 waktu indonesia bagian barat

Pagi itu…..

sewaktu khalayak

terlelap di ranjangnya

terbuai dalam mimpinya

Read the rest of this entry »

Written by lawankata

March 1, 2008 at 10:28 pm

Posted in Puisi

asa ku terbakar

leave a comment »

sebongkah harap……

yang senantiasa menaungi…..

kini sudah tak lagi bersahabat…….

Read the rest of this entry »

Written by lawankata

February 29, 2008 at 9:38 pm

Posted in Puisi

Bentrokan Antar Mahasiswa

leave a comment »

BENTROKAN ANTAR MAHASISWA BUKTI KEGAGALAN SISTEM PENDIDIKAN INDONESIA

oleh WAWAN HERU SUYATMIKO

Akhir-akhir ini pemberitaan di media massa dihiasi oleh sejumlah kelakuan tak beradab sekelompok mahasiswa yang melakukan tindakan bar-bar ala bangsa primitif era pra-sejarah. Saling ejek hingga saling lempar batu. Namun yang patut disayangkan adalah tawuran ini dilakukan oleh sesama mahasiswa yang konon katanya sebagai insan intelektual. Ironis jika dibandingkan dengan fenomena bentrokan yang juga terjadi di DKI (Rawasari-pen) yang notabene para warga dan pedagang PKL, saling kejar dengan aparat Trantib (Satpol PP – pen).

Read the rest of this entry »

Written by lawankata

February 28, 2008 at 10:36 pm

Posted in Artikel

Homo Soehartoensis

with one comment

HOMO SOEHARTOENSIS : KENANGAN 40 HARI MENINGGALNYA SANG JENDERAL BESAR

oleh WAWAN HERU SUYATMIKO

Ada anekdot seputar kisah kesehatan mantan penguasa orde baru, Jenderal Besar Soeharto, yakni tentang sebuah pertanyaan tentang kenapa Sang Jenderal sangat susah sekali dalam menjalani pemeriksaan kesehatannya, seolah-seolah Sang Jenderal ini sulit sekali melewati masa kritisnya. Jawaban dari pertanyaan berupa anekdot ini adalah karena semasa Sang Jenderal ini hidup dan berkuasa sudah terlalu mudah mendapatkan segala sesuatu yang ia kehendaki sehingga untuk mendekati masa tuanya Sang Jenderal susah melepaskan penderitaan penyakit tuanya. Sedikit banyak anekdot ini memang sangat logis. Coba kita bandingkan dengan kehidupan rakyat miskin yang ada di negara ini. Seorang gelandangan misalnya, yang menurut Undang-undang seharusnya menjadi tanggungan negara tetapi kenyataannya malah diacuhkan. Mereka sangat susah menjalani hidupnya sehari-hari, namun tiga hari saja mereka tidak makan maka tanpa melalui perawatan intensif dan tanpa melewati masa kritis maka para tuna wisma tersebut akan sangat mudah meregang nyawa. Sungguh ironis, disatu sisi Soeharto dan para gelandangan tersebut adalah sama-sama manusia, yang artinya mempunyai hak yang sama untuk menikmati hidup dengan tenang. Disisi lain nasib mereka berlainan dan hanya dibedakan oleh kekuasaan dan keserakahan belaka.

Read the rest of this entry »

Written by lawankata

February 27, 2008 at 5:45 pm

Posted in Artikel

TDL Progresif

leave a comment »

TDL PROGRESIF : SKENARIO TERSELUBUNG KENAIKAN TDL

oleh WAWAN HERU SUYATMIKO

Untuk kesekian kalinya Pemerintah melakukan hal yang sangat Irasional dalam pengambilan keputusan terhadap suatu kebijakan. Hal ini terbukti dari rencana TDL progresif yang akan bergulir pada bulan Maret ini. Tentunya kenaikan TDL ini akan berakibat pada geliat masyarakat yang sebagai konsumen utamanya.

Read the rest of this entry »

Written by lawankata

February 27, 2008 at 5:39 pm

Posted in Artikel

PUISI : Kenapa Aku Berdiri

leave a comment »

Kenapa Aku Berdiri !!

Aku masih berdiri
Ketika… Dikananku, petani sudah tak punya lagi lahan
Ketika… Dibelakangku, buruh menjerit karena upahnya disunat
Ketika… Didepanku, gaji sang dewan mulai naik tanpa keluar setetes keringat
Ketika….Dikiriku, mahasiswa hanya berkoar sok ilmiah tentang apa itu penindasan
Ketika….Disebelahku, PKL sibuk berdebat dengan Satpol PP dan berusaha mempertahankan lapaknya, dengan tangis dan darah.

Read the rest of this entry »

Written by lawankata

February 27, 2008 at 5:13 pm

Posted in Puisi

RESENSI BUKU : Gelombang Perlawanan Rakyat

leave a comment »

Judul buku : Gelombang Perlawanan Rakyat: Kasus-kasus Gerakan Sosial di Indonesia
Penulis & Kontributor : Francis Wahono, Hira Jhamtani dan Lutfiah Hanim, Jeffrey Winters, R. Yando Zakaria, dkk.
Penerbit : Insist Press.
Cetakan : Pertama, oktober 2003.
Tebal : 332 halaman.

Buku yang diawali dengan tulisan sajak dari Wiji Thukul ini merupakan kumpulan tulisan praksis dari intelektual sosial seperti Francis Wahono, Jeffrey Winters dan Mansour Fakih hingga aktivis gerakan pro-dem seperti : Eko Prasetyo, Yando Zakaria, Zukri Saat Majo Basa serta masih banyak lagi. Tulisan-tulisan didalamnya menceritakan tentang arti penting sebuah perjuangan dalam menegakkan keadilan dan disertai dengan studi kasus para praktisi yang turut melebur langsung dalam wadah perjuangan rakyat setempat.

Read the rest of this entry »

Written by lawankata

February 27, 2008 at 4:59 pm

Posted in Resensi

ARTIKEL : Komersialisasi Kampus

leave a comment »

KOMERSIALISASI KAMPUS : ANTARA REALITA DAN UTOPIA

oleh WAWAN HERU SUYATMIKO

Pengalaman di UNAM, Meksiko, membuktikan murahnya pendidikan (sekitar 50 sen persemester), tidak berarti buruknya fasilitas kampus. Bahkan UNAM yang jumlah mahasiswanya mencapai 268.000 orang, memiliki fasilitas berupa empat buah SMA yang siswa-siswanya begitu lulus menjadi mahasiswa UNAM. Namun ketika program Neo-liberalisme diperkenalkan, biaya SPP dinaikkan hingga US$ 140, sebuah angka yang cukup mahal di kota Meksiko. Akibatnya, hampir sebagian mahasiswa UNAM melakukan mogok kuliah yang kemudian berbentrokan dengan aparat kepolisian yang diundang oleh pemerintah, untuk merebut kembali kampus.

Cerita diatas menggambarkan betapa drastisnya suatu perubahan, ketika neo-liberalisme mulai merambah masuk ke dalam sistem pendidikan. Neo-liberalisme dalam kebiasaannya selalu menggunakan langkah-langkah seperti privatisasi dan komersialisasi. Artinya menutup seluruh akses publik dari yang seharusnya sebagai kepemilikan komunal menjadi kepemilikan perseorangan atau korporasi yang sudah barang tentu untuk kepentingan peningkatan laba (profit oriented) si pemilik saham. Komersialisasi sekarang ini juga mulai merambah pada ranah pendidikan, yang seharusnya menjadi fasilitas publik dan hak setiap manusia untuk tujuan memajukan peradaban manusia supaya lebih memahami hakikatnya sebagai seorang manusia, namun berubah drastis, yakni menjadi basis institusi proyek industri kapitalis.

Read the rest of this entry »

Written by lawankata

February 27, 2008 at 9:17 am

Posted in Artikel