batjatoelis..:::..BERIKAN AKU PENA..MAKA AKAN KUUBAH DUNIA..

Archive for the ‘Opini’ Category

JANGAN (TAKUT) MENJADIKAN POLITIK SEBAGAI PANGLIMA

without comments

Sebuah catatan kritis untuk tulisan Saudara Jimly Assiddiqie :
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/285210/

Di negara yang menganut demokrasi modern seperti Indonesia memang terlalu sulit untuk membedakan kepentingan politik dan kepentingan pasar. Hal tersebut disebabkan pasar sudah sedemikian rupa masuk kedalam sistem atau tatanan politik kenegaraan. Sehingga menjadi tipis bedanya antara kepentingan politik (dalam hal ini negara) dan kepentingan pasar. Maka politik sebagai penglima juga tergeser oleh ekonomi sebagai panglima. Read the rest of this entry »

Written by lawankata

November 20, 2009 at 11:51 am

Posted in Opini

Masih Perlukah Membangun PLTN di Indonesia (Part 2)

with one comment

Tulisan ini saya buat sebagai catatan perjalanan saya bersama kawan-kawan dari komunitas GETON (Gerakan Tolak Nuklir) : Mas Eko, Mas Nick, Mas Yogi, Mas Reno dan Mas Febri. Tulisan ini dipisahkan dalam dua sesi berbeda, yakni sesi pertama kunjungan ke Balong-Jepara, sebagai daerah tapak PLTN dan sesi kedua saat bedah buku tentang Anti PLTN-Fissi di Unika Soepra, Semarang.

***

“Wan, cepetan ! Udah ditunggu ma temen-temen, nih !”, Begitulah nada keras seorang kawan terdengar dari telepon genggam saya. Pagi itu memang saya dan beberapa kawan dari komunitas GETON merencanakan untuk mengadakan “piknik” ke Balong-Jepara, yang konon katanya merupakan satu titik dari sebelas titik rencana pembangunan PLTN di Indonesia. Hari itu minggu (6-4-2008), sengaja dipilih karena memang sudah janjian dengan Mas Sumedhi, tokoh pemuda desa Balong yang dikenal “vokal” didaerahnya. Tujuan saya dan beberapa kawan ke Balong tidak lain adalah karena menepati janji untuk mengadakan diskusi tentang energi alternatif Biogas, yang saat ini menjadi primadona energi alternatif di Indonesia. Read the rest of this entry »

Written by lawankata

April 10, 2008 at 7:25 pm

Posted in Opini

“Fitna” Lebih Kejam Daripada Pembunuhan

with 7 comments

Baru-baru ini di jagad perfilman Indonesia setelah diramaikan oleh ajang IMA (Indonesian Movie Award) ternyata juga dikejutkan dengan booming film Ayat-Ayat Cinta (AAC) besutan sutradara muda Hanung Bramantyo. Film yang diangkat dari novel karya Habiburrahman El Shirazi ini menceriterakan tentang lika-liku lajang muslim yang hendak berpoligami, yang notabene poligami itu sendiri sampai detik ini masih menjadi perdebatan hangat di kalangan muslim itu sendiri. Namun saya tak hendak menceriterakan film ini.

Selang beberapa saat setelah booming film AAC, ternyata kali ini publik Indonesia dan dunia dikejutkan oleh beredarnya film “Fitna” besutan Geert Wilder. Film “Fitna” merupakan film dokumenter pendek, yang berdurasi 17 menit, yang menceritakan tentang korelasi Islam dan Alqur’an dengan beberapa kejadian terorisme yang mewabah di dunia belakangan ini. Read the rest of this entry »

Written by lawankata

April 3, 2008 at 9:29 pm

Posted in Opini

Kasus Suap Jaksa UTG

without comments

Ternyata Sapu Untuk Membersihkan Itu-pun Masih Kotor

Penangkapan jaksa Urip Tri Gunawan sebagai seorang jaksa senior koordinator kasus BLBI yang menangani kasus BDNI milik salah satu konglomerat ternama, Sjamsul Nursalim, oleh KPK merupakan kejadian yang mencengangkan bagi berbagai kalangan. Baru kali ini KPK menjebak dan menangkap “kakap besar”, yakni seorang jaksa senior. Secara pararel jaksa Urip juga diperiksa oleh “atasan”-nya, Jamwas MS Raharjo di Gedung Bundar. Penangkapan tersebut juga berhasil menciduk Artalytha Suryani, mendiang konglomerat Surya Dharma. Dalam kronologis penangkapan tersebut ditemukan barang bukti uang senilai 6 miliar rupiah. Namun keduanya berkilah, menurur keduanya uang tersebut digunakan untuk berbisnis permata. Menurut kabar yang dilansir dari Tempo menyatakan bahwa sebenarnya KPK sudah “menguntit” Jaksa Urip sejak 4 bulan sebelum penangkapan. Sedangkan sumber dari Gatra menyebutkan bahwa “uang terimakasih” yang disepakati oleh Artalytha dengan jaksa nakal mencapai US$ 1 juta dan uang muka sebesar US$ 340 ribu sudah diserahkan kepada Jaksa Urip. Read the rest of this entry »

Written by lawankata

March 19, 2008 at 9:58 pm

Posted in Opini